5 Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita

Sebenarnya puncak rendahnya martabat seorang wanita adalah datang dari faktor dalam, artinya dari diri wanita itu sendiri. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang siar-siarkan oleh para yang menamakan diri pejuang hak-hak wanita itu. percaya gak percaya demikianlan faktanya.
Faktor-faktor yang merendahkan wanita tersebut sebenarnya adalah :
Wanita biasanya banyak terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara  anak-anak, sehingga banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Alloh. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, dimana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
Firman Alloh SWT di dalam surah al-Jathiah, ayat 23:
Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.
Sabda Rasulullah SAW :
Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Alloh SWT bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah diantaranya menghadiri majlis-majlis pengajian.
Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Alloh SWT hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
Firman Alloh SWT didalam surah al-An’am:
Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.
Merasa cantik dan merasa lebih dengan penampilan dirinya kadang justru malah banyak wanita yang tidak dengan sengaja memamerkankan syahwatnya ditempat umum. Bukankah itu sebenarnya menunjukkan kelemahan diri si wanita itu sendiri..
Sibuk mencari dan mempelajari ilmu kecantikan wajah sehingga lupa dengan kewajibannya mencari ilmu agama. Sehingga akhirnya, kesehariannya selalu disibukkan dengan dunianya. Masya Allah.
Merasa memiliki kekuasaan sedikit saja membuat lupa dengan kepribadian wanitannya yang katanya lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Label: